Belum Meneladani

•February 10, 2017 • Leave a Comment

Saya pernah menulis ulang kedermawan Nabi Muhammad, Sholawat dan Salam atasnya, dari sebuah majalah bulanan lama di musholah.

Tadi saya kefikiran lagi kenapa sih kita (baca saya sendiri), susah untuk meniru kedermawan Nabi? Ada dua kasus, yang menyentuh saya.

1. Pada saat menjelang zhuhur, seorang rekan bertanya pak Tiar, “bajunya itu baju seragam drum band ya?” Saya senyum saja. Memang jasko biru ini agak ngejreng warnanya ditambah dengan kancing hitam-emas. Kawan yang lain menimpali, “Hus, itu baju koko.” Rekan yang pertama menjawab, “Bagaimana kalo kita seragamin untuk masjid kita, pak? Masih ada lagi gak?” Saya jawab, “Masih ada di toko.” Shhh.. setelah sholat saya jadi kefikiran. Pengen nanti ta kasih setelah ashar aja. Biar sepi gak keliatan orang. Tapi waktunya belum pas aja.

2. Pas foto-foto acara kantor, teman yang lain lagi nyeletuk ngomentarin kacamata safety saya. “Pak Tiar, kacamata safetynya bagus. Dari mana?” Saya jawab, “dari Inco”. Kacamata ini memang didapat pas field service ke sana. Qodarullah, kacamata safety saya ketinggalan entah di mana. Akhirnya saya diorderkan dari pengawas dari Inco, dan ini jadi kacamata kesayangan saya. Jadi kayak clark kent gitulah 😀. Kawan saya yang tadi nyeletuk bilang, “gimana kalo dituker dengan kacamata saya? Saya mau ganti dengan yang minus nanti kacanya.” Saya diam dan melanjutkan acara foto.

Nah lihat, kan? Katanya cinta Nabi, kok neladanin Sunnah beliau dalam kedermawan kok susah. Beuraaad. Makanya tadi pas makan siang kefikiran, kenapa?

Jawabannya sebenarnya sederhana. Karena kita (baca saya), ‘kurang yakin’ dengan balasan Allah. Nabi dan para shahabat sangat yakin dengan iman yang mantap, Allah akan membalas semua kebaikan. Nah kita (baca saya saja), kalo beramal, kudu diiming-imingi dulu. Kalo ngasih sekian akan dibalas sekian. Dan selalu dihitung dengan ukuran dunia. Kadang itu pun pake gak yakin atau nanya-nanya dalam hati, kemarin sudah beramal kok balasannya belum datang-datang.

Padahal ada balasan yang tidak bisa diukur dengan materi duniawi. Kesehatan, keselamatan, keluarga yang damai, ketenangan, dimudahkan dalam pemahaman ‘ilmu, serta yang lainnya. Uang 10x lipat dibanding kesehatan atau keselamatan, tidak berarti ‘kan? Harta nambah dibanding keluarga yang sakinah, gak sebanding ‘kan?

Semoga kita (kalo ini boleh dibaca: saya dan rekan-rekan sekalian) dimudahkan meneladani sifat Nabi tercinta, baik kedermawanannya atau sifat-perbuatan baik yang lainnya.

Salam,
T-man

Resolusi…

•January 4, 2017 • 2 Comments

Tahun ini gak pake resolusi, sama seperti tahun lalu.

Sedekah Quran dengan Telkomsel Poin

•December 26, 2016 • 5 Comments
Teman-teman pengguna telkomsel.. (Halo, Simpati, Loop dll)
Mari ikut sedekah Al Quran via Laznas IZI
Tukarkan 10 poin telkomsel anda dengan cara
ketik: TEBAR
kirim ke: 777
(Bisa berkali-kali sesuai dengan jumlah poin kita)
Jawaban dari 777
Terima kasih Anda menukarkan 10 Poin dgn Program Donasi Tebar Al-Quran Telkomsel & LAZNAS IZI
Cara cek jumlah poin kita: call *700# lalu ikuti petunjuknya.
Atau
ketik: POIN
kirim ke: 777
Ingat ya, poin kita akan hangus tanggal 31 Dec 2016 pukul 23:59, sayang banget kan jika kita melewatkan kesempatan untuk beramal.
#SedekahQuran
#Telkomselpoin
#Tebarmanfaat
#Tabungansyurga
Silahkan dishare ya… in sya Allah, yang menunjukkan jalan kebaikan akan mendapat kebaikan pula, tanpa mengurangi pahala orang yang kita kasih tahu.

*Mereka Yang Memulai Perjalanan*

•December 6, 2016 • 1 Comment

Mereka Yang Memulai Perjalanan
by Tiar Rahman

Ketika Quran dinistakan
‘Ulama serentak menyerukan
Mereka gembira menyambut ajakan
Gemuruh hati mereka karena ghirah yang tak terelakkan

===TR===

Allah, Al Quran, dan Rasulullah tak memerlukan pembelaan kita.
Kitalah memerlukan diri kita untuk membelanya
Untuk menjelaskan posisi kita
Bahwa Allah Tuhan kita
Bahwa Al Quran memang benar tuntunan kita
Bahwa Rasulullah adalah teladan dan kecintaan kita

===TR===

Saat ghirah ini dihalangi: jangan angkut atau kalian dibikin bangkrut
Nyali mereka tidak ciut
Semangat pantang surut
Gak tahu apa?
Mereka ini MACAN dan SINGA, bukan cecurut
Mereka bertekad jalan ke ibukota walau harus beringsut

===TR===

Perjalanan dimulai
Dilepas doa para keluarga
Macan dan singa kecil ikut mengaum
Membadal orang tua mereka
Baik yang uzur ataupun almarhum
Ini bukti bakti kepada ayahanda dan ibunda

Isu menyerang saat berjalan
Tapi mereka menyangkal sambil terus berjalan
Jika bukan karena cinta agamanya, manalah mau mereka terus berjalan
Dan Allah menghibur ketika mereka berjalan

Cuaca yang teduh menaunginya
KalimatNya di angkasa raya
Jarak yang terlipat tanpa terasa
Dan sambutan memberi dukungan dari orang-orang bersahaja

===TR===

Sepatu dan sandal walaupun mahal harganya
Tetap ada di kaki dan diinjak
Topi atau peci yang murah
Tetap dipakai di kepala

Tapi kali ini
Sandal jepit murah lagi butut
Bolong karena perjalanan jauh
Bahkan lebih mulia dari peci mahal di atas kepala
Yang memakainya hanya karena citra
Kepala saya

===TR===

Energi luar biasa
Dari hati sampainya juga ke hati
Saling bergetar seirama
Menggetarkan hati
Menggetarkan bumi
Menggetarkan langit

Berbondong-bondong hati yang menyambut
Menempuh perjalanan darat, udara, laut
Membuat sebagian yang lain kalang kabut
Segala cara dipakai agar mereka surut

===TR===

Kita adalah semut
Yang menjelaskan di mana posisi kita
Maka yang dekat ada yang berjalan seperti santri-santri yang menginspirasi
Yang jauh ada yang menggunakan motor, bis atau pesawat

Ujian di jalan itu biasa
Rombongan semut yang disambut perbaikan di dua sisi jalan
Rombongan semut yang kesulitan menyebrang
Rombongan semut yang mobilnya terbalik, dan harus melanjutkan dengan pesawat terbang
Semua hanya membuktikan
Dan terbuktikan
Mereka manusia pilihan

===TR===

Yang cacat kaki, buta atau keterbatasan lainnya, tapi sempurna hatinya
Bersatu dalam barisan

Yang muda, remaja, anak-anak dan tua renta
Gak ada yang ketinggalan

Orang biasa, pejabat, artis dan sosialita
Semua kompakan

Yang pengusaha dan kaki lima
berlomba melayani, menggratiskan makanan dan minuman
Memberikan pinjaman yang baik
Dan Allah akan mengganti yang lebih baik
Bahkan kontan

===TR===

Cerita luar biasa ini pun berlanjut

Aksi yang damai
Bahkan pohon pun tak ingin mereka lukakan
Sampah-sampah yang terserak dikumpulkan

‘Ulama yang damai
Yang mendoakan kebaikan bagi ummat
Yang mendoakan kebaikan buat Indonesia

Cuaca yang damai
Teduh dan diiringi hujan yang syahdu dan penuh barakah

Malaikat-malaikat yang bertasbih lagi menyaksikan
Bagi mereka semua telah datang

Membuat hati, bahkan yang sebelumnya apatis
Atau yang hanya meliput, atau sekedar lewat
Merinding, merekah dan bersaksi
Tersentuh tanpa tertahan

===TR===

Saat iqomah dikumandangkan
Saat shaf-shaf diluruskan
Saat jamaah jum’ah ruku’ dan sujud sepenuh iman
Saat doa-doa mengetuk pintu langit
Ya Allah.. terima dan kabulkan semua permohonan

===TR===

Shaf-shaf terdepan untuk kalian, wahai yang memulai perjalanan
Bahkan jika saya berdiri, saya akan menyingkir malu dan mempersilahkan

Keutamaan untuk kalian, wahai yang memulai perjalanan
Mohon doakan kami agar bersama kalian di Hari Kemudian

===TR===

tr06122016

Semut – Cicak

•November 4, 2016 • 5 Comments

Serupa semut imut
Mengangkat titik air
Mencoba memadamkan api
Kayu membara yang akan membakar Ibrahim
Tak peduli ejekan dan hinaan
Juga tertawaan
Dari kiri dan kanan
Walau api itu tidak akan padam dengan air yang dibawanya
Tapi dengannya, ia menjelaskan di mana posisinya

Sementara di bagian lain
Serupa cicak-cicak yang ingin membesarkan api
Ada yang meniup dengan kencang
Ada yang malu-malu meniup perlahan
Sambil wajahnya menengok ke arah lain
Tapi cukuplah pertanda itu
Dan kita tahu di mana posisinya

Sungguh!
Allah Maha Mengetahui apa yang tersirat di dalam hati

Quran Mushaf Utsmani Terjemah / Hafizh

•August 30, 2016 • Leave a Comment

Alhamdulillah.

Bagi teman-teman yang sedang mengikuti program tahfizh dan terbiasa dengan Rasm Utsmani cetakan Timteng, bisa memesan Quran Hafalan Al Jabbar ukuran A5 (Untuk yang lebih kecil ada Al Adl – A6). Ciri-ciri Quran Hafalan ini adalah ada tulisan awal ayat di pinggir. Juga tersedia untuk yang per 5 juz.

Dulu sampe minta bantuan teman yang kerja di arab..Amal, Morry, Rama, juga via teman adikku yang kuliah di sana.

Bagi yang ingin memesan quran Rasm Utsmani cetakan Timteng dengan terjemah juga bisa mesan di sini. (As Shahib ukuran A5). Susah bener kan nyarinya mushaf Utsmani dengan terjemah ini. Tinggal nunggu Rasm Utsmani dengan terjemah per kata, semoga secepatnya ada yang nerbitin.

Silahkan kawan-kawan cek di link berikut ya.

Quran Hafalan Ustmani Al ‘Adl (A6)

Quran Hafalan per 5 Juz Al Matiin (8×12)

Quran Hafalan Ustmani Al Jabar (A5)

Quran Mushaf Utsmani Terjemah As-Shahib (A5)

 

Contoh gambar quran hafalan, rasm Utsmani

Isi-Al-Quran-Hafalan-Al-Adl-

 

Quran terjemah rasm Utsmani, sudah lengkap dengan waqaf wa ibtida

contoh-tulisan-utsmani-terjemah-ash-shahib

bagian-dalam-utsmani-terjemah-ash-shahib

Doa yang diganti

•August 16, 2016 • Leave a Comment

Sahabat..

Kadang kita minta diberi rezeqi/harta berlimpah biar bisa beli ini itu, rumah yang luas, kendaraan/mobil bagus dan kenikmatan dunia yang lain. Tapi Allah menggantikannya dengan keluarga yang sehat, hati yang senantiasa merasa puas, tidak merasa iri kepada orang lain, berprangka baik, dan kegiatan yang mendekatkan kita kepada-Nya.

Dan dengan penggantian ini, kita seharusnya bahagia dan lebih banyak bersyukur. Ini lebih besar dan lebih berharga dari yang kita minta. Dan hisab kita di yaumul akhir nanti akan lebih mudah. In sya Allah

Lalu.. nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?