Lomba Foto dan Tulisan: “Perjalanan Penuh Inspirasi”

•November 17, 2017 • 1 Comment

Hai Tiar Rahman,

Mengusung tema “Perjalanan Penuh Inspirasi”, Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2017 mengajak insan fotografi dan penulis untuk berbagi cerita perjalanan yang menginspirasi kepada masyarakat Indonesia.

Abadikan perjalananmu menikmati keindahan alam dan keramahan Indonesia, dan bagikan inspirasimu lewat kreasi foto, unggah ke https://lombafotoastra.satu-indonesia.com/unggah/.

Kirim karya tulis terbaikmu yang menginspirasi, tentang perjalanan 60 tahun Astra, unggah kehttps://anugerahpewartaastra.satu-indonesia.com/unggah/.

Periode: 23 Agustus – 31 Desember 2017.

Kamu berkesempatan memenangkan hadiah menarik berikut:

Peserta kategori Wartawan
Juara I : 1 Astra Daihatsu Ayla M AT
Juara II : 1 New Honda CBR 150R
Juara III : 1 Fujifilm X-A10
Juara Harapan 1 & 2 : @ 1 Samsung Gear 360 2017
Juara Favorit untuk 10 orang : @ 1 Xiaomi Redmi 4X
Peserta kategori Umum
Juara I : 1 Astra Daihatsu Ayla M AT
Juar a II : 1 New Honda CBR 150R
Juara III : 1 Fujifilm X-A10
Juara Harapan 1 & 2 : @ 1 Samsung Gear 360 2017
Juara Favorit untuk 10 orang : @ 1 Xiaomi Redmi 4X

Salam SATU Indonesia

PT Astra International Tbk
Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II
Jakarta Utara, Jakarta 14430, Indonesia
info@satu-indonesia.com

Advertisements

[Nita] Sang Penghibur

•November 16, 2017 • Leave a Comment

Dalam aktivitas per-mp-an, beberapa kali aku memposting lirik lagu dengan tafsiran menurutku sendiri. Lagu sang penghibur ini udah aku copas dalam notes di hpku yang rencananya setelah aku tambahkan komen, mau aku posting.

Mungkin lagu ini cocok untuk almarhumah Nita. (masih gak percaya nyebut almarhumah). Dia yang didera masalah dan keterbatasan, malah jadi penceria dan penghibur buat kita semua.

SANG PENGHIBUR (PADI)

setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi ku dengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi ku cerna dalam jiwa

********

dalam bergaul di multiply (dan juga dunia nyata), dia gak hanya bertemu teman “normal”, tapi ada juga yang mencela dan mencemooh. Entah karena keberanian berkomen maupun keterbukaan dalam menjelaskan keterbatasan hingga menggunakan ABD. Tidak. Aku tahu dia menulis itu bukan untuk dikasihani, tapi untuk berbagi untuk orang mengalami nasib sama dengannya atau memberi semangat kepada kita yang punya indera sempurna. Yang ku salut, dia slalu tegar dan ceria dalam menghadapi celaan dan cemoohan itu.

********

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya…

********

Orang yang simpel dan gak mau banyak ribet, maka saat disodorkan puisi, apalagi yang banyak kembangnya, pasti dia lewat. Gak ngerti katanya 😀
Iya punya mimpi, tak ingin menyusahkan orangtuanya. Ingin, terutama orang tua yang anaknya mempunyai gangguan dengar, mendapat informasi yang cukup dengan membaca tulisannya. Ingin kekurangannya menjadi pecut untuk terus maju.

********

oh..
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

********

Ya dia pernah. Dan sekarang juga sedang menikmatinya. Dan tahukah? Bahkan dia kini menjadi salah satu bintang itu!

********

ku gerakkan langkah kaki
di mana CINTA akan bertumbuh
ku layangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terutuh

********

Dia melangkah dan kita pun melangkah. Tapi dia lebih dulu mendapatkan CINTA dan janji mimpi terutuh, daripada kita.

********

masih ku coba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tangan
lelah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

********

Dia mengejar kebahagiaan. Walau gayutan masalah selalu mengusiknya. Kebahagiaannya adalah untuk tak menjadi beban bagi orang lain. Kebahagiaannya adalah saat anak ATR bisa diterima dan tersenyum ceria.

********

o… o…
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya

********

Ya dia pernah melihatnya. Dan bahkan dia sekarang menjadi salah satu bintang itu. Semoga jiwa dan hati yang lelah, menjadi terhibur untuk segera menyambut tantangan baru.

********

bukankah hidup ada PERHENTIAN
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali…
berlari kembali..

melangkahkan kaki
menuju cahaya

********

Memang langkahnya tak kencang. Tapi dia terus berlari. Kadang berhenti sebentar, tapi kemudian dia melangkah kembali. Dan dia sekarang menuju CAHAYA.

********

bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya

********

Walau tlah tiada, dia akan tetap menjadi bintang. Bagi yang sudah terbantu baik oleh tulisan maupun pertolongan. Bintang di hati para sahabatnya.

[Nita] Suara Nan Indah

•November 16, 2017 • Leave a Comment

dengan keterbatasan dengar
kau mampu membuat multiply berbinar

di tengah dera masalah menempa diri
namun kau berusaha ceria mengisi hari

kini kau tidak lagi
bersama kami
tidak ada lagi saling sapa, saling cela, saling memberi semangat

kini kau tak perlu lagi
alat bantu dengar yang dianggap barang mewah sehingga perlu dipajaki
sebab kau kini bisa mendengar suara indah
dengan jelas dan jernih
suara salam malaikat yang bernyanyi

selamat jalan: Yusnita Febri.

Diet dan Pola Hidup Sehat

•July 6, 2017 • 3 Comments

Berbagai metode diet dan pola hidup sehat bertebaran untuk dipilih. Mana yang lebih baik 4 sehat 5 sempurna, OCD, food combining, Ketogen-Fastosis, atau diet golongan darah? Mana yang lebih oke?

 

Sebetulnya saya kepo juga ingin mencoba salah satu antara OCD dan Ketogen, tapi selalu saja gak jadi. Sebab yang tahu yang terbaik buat tubuh kita, adalah Allah – Sang Pencipta kita, iyes? Petunjuk dan teladan hidup sehat dari Allah adalah tentu via mahluk kesayanganNya, Muhammad sholawat dan salam untuknya. Buktinya, Rasul sepanjang hidupnya jarang sakit. Hanya satu kali saja beliau sakit. Jadi kenapa kita, terutama yang muslim, gak coba mengikuti gaya hidup sehat ala Rasulullaah saja. Gak pake repot dan gak pake ribet. Dan yang penting, ini sebagai bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

Coba kita daftar apa saja yang bisa kita contoh:

  • Makanan yang halal dan thoyib

Ini jelas termaktub dalam Quran. Percuma makanan enak jika ia haram. Haram zatnya, maupun haram dalam cara meraihnya. Dan untuk orang-orang tertentu ada makanan yang harus dibatasi atau dipantang.

 

  • Makan Dengan Tangan Kanan, Tidak Berdiri.

Lebih bagus lagi jika tidak pakai sendok, langsung dengan tangan. Duduk makan lesehan bersama dengan keluarga. Ni’mat bener.

 

  • Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang

Ilmu ini sederhana, tapi kadang sulit dilakukan. Kalo ilmu diet sekarang, biar lapar harus tahan sampe 12 jam atau lebih. Padahal kalo lapar ya makan saja. Yang sulit itu berhenti sebelum kenyang. Padahal di sinilah inti pola makan dan juga pengendalian diri.

 

  • Tidak Mubazir

Mubazir tidak baik, bahkan disamakan dengan teman syaithon. Berbagilah dengan tetangga jika masak banyak. Atau jika masak sedikit, perbanyak kuahnya biar bisa berbagi dengan tetangga. Makanan yang berkah, walau kita makan sedikit tapi kita disayang penghuni langit.

 

  • Makan kurma, minum madu dan habatusauda

Kesenangan Rasul ni. Rasul sarapan dengan kurma atau minum nabeez. Sumber energi di pagi hari. Madu juga Rasul suka, bahkan di Quran juga disebutkan. Demikian juga Nabi menganjurkan menggunakan habatussauda sebagai penawar segala macam penyakit.

 

  • Puasa

Selain puasa Ramadhan, ada puasa syawal, senin-kamis, puasa tengah bulan, dan lain-lain. Tapi inget ya. Niat puasanya yang ikhlas, ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan disayang Allah. Kalo badan jadi lebih langsing dan sehat, itu bonus.

 

  • Tidur siang dan Bangun untuk shalat Malam.

Keseimbangan. Tidur siang, biar malam kita bisa tahajud.

Hai orang yang berselimut (Muhammad),

bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

 

Dan dengan shalat malam, Allah akan meninggikan derajat kita.

 

  • Bekam

Ada yang belum pernah? Coba deh dan rutinkan setiap bulan.

 

  • Olahraga

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa salam bersabda, “ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (HR Sahih Bukhari/Muslim).

 

Selain itu Rasul juga menyukai lari cepat, gulat, anggar. Intinya badan kita kudu dilatih. Rasul itu kuat dan badannya six-pack. Ayo semangatlah berolahraga.

 

  • Senyum dan Ramah

Rasulullah orang yang murah senyum, ramah dan selalu mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya. Demikian ramahnya beliau, shahabat yang bertemu dengan beliau, bahkan sampai menyangka bahwa dirinyalah yang paling disayang Rasulullah. Ma sya Allah. Akhlaq yang luar biasa.

 

Wallaahu a’lam bishshowab.

 

Salam,

T-man.

Sang Khalifah #5: Yang Mengilhami Umar

•July 5, 2017 • Leave a Comment

Umar ~ semoga Allah ridho padanya ~ ada keperluan yang dibicarakan dengan Abu Bakar ~ semoga Allah ridho padanya ~ yang saat itu menjadi khalifah, tapi ia menundanya hingga setelah zhuhur. Seperti kebiasaannya Abu Bakar setelah zhuhur meninggalkan masjid menuju rumahnya. Umar pun kemudian menyusul ke rumah Abu Bakar. Setelah memberi salam, ternyata yang menjawab istri Abu Bakar. Katanya, Abu Bakar tak pernah kembali ke rumah kecuali setelah ashar.

Keesokan harinya, Umar diam-diam mengikuti Abu Bakar setelah sholat zhuhur. Memang betul Abu Bakar berjalan menuju arah rumahnya, tapi kemudian menuju arah lain. Dia menuju ke sebuah rumah. Lewat jendela, Umar melihat Abu Bakar menyiapkan makanan untuk seorang wanita buta, menyuapinya, membersihkan rumahnya, mencuci dan menyiapkan baju untuknya esok hari. Setelah semua siap, Abu Bakar pamit dan berjanji akan kembali esok harinya.

Umar memohon izin masuk ke rumah wanita buta itu setelah Abu Bakar berlalu.
Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau tahu siapa lelaki yang datang tiap hari tadi?”
Wanita itu menjawab, “Saya tidak tahu.”
Umar kembali bertanya, “Sudah berapa lama ia mendatangimu?”
Wanita itu berkata, “Saya sudah lupa, itu sudah lama sekali.”

Rupanya sebelum Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wa Salam wafat, Abu Bakar sudah menjalani kebaikan seperti itu.

Dan masyhur yang kita dengar, saat Umar menjadi khalifah yang rajin berkeliling memeriksa keadaan rakyatnya dan ada kisah wanita yang memasak batu untuk anaknya yang ditangani segera oleh Umar sendiri.

======

Semoga Allah mengaruniakan Indonesia, pemimpin yang sayang dan peduli pada rakyatnya. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Salam,
T-man.

R20: Final Jangan Kalah

•June 15, 2017 • Leave a Comment

In sya Allah, nanti malam sudah memasuki 21 Ramadhan. Sembilan hari terakhir ini ibarat babak final. Dan dahulu, Rasulullah tercinta mengencangkan ikat pinggang, yang berarti lebih banyak beribadah di malam-malam ini. I’tikaf adalah jalan orang-orang shalih zaman dahulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Marilah kita menjadi salah satu bagiannya.

Jika dirasa, hari-hari kemarin belum maksimal, jangan kalah untuk malam-malam final ini. Sesali yang telah berlalu, tapi bersemangatlah untuk memperbaiki hari-hari selanjutnya. Nyesek bro, kalo kalah di final ini.

Jika kita diberi kesempatan dan menyempatkan, alangkah baiknya jika kita bisa ber-I’tikaf pada 9 malam terakhir ini seluruhnya. Jika tidak bisa seluruhnya, ambillah pada malam-malam ganjil. Jika tidak bisa pilihlah malam 27nya. Atau pilih malam yang esok hari kita libur. Atau jika tidak bisa maka, berniatlah untuk I’tikaf ketika ke masjid. Setelah sholat tarawih, sempatkan membaca sehalaman atau selembar dari Quran.

Jika tidak bisa, misalkan karena shift malam, dan hanya bisa sekedar sholat wajib di musholla kantor, maka di saat bekerja perbanyak saja dzikir kepada Allah. Jika punya hafalan Quran, boleh pulalah dibaca untuk mengisi malam-malam akhir Ramadhan ini.

*****

Apa yang dilakukan untuk mengisi malam-malam terakhir ini?
1. Istighfar. Semoga kita diampuni dan semakin disayang Allah
2. Baca Quran: salah satu malam Ramadhan adalah malam diturunkan Al Quran. Membaca Al Quran dengan penuh penghayatan akan berguna bagi hati kita. Bukankah ia adalah petunjuk dan penyembuh?
3. Sholat. Jika sudah witir, masih bisa kita sholat tahajud
4. Berdoa dan mendoakan. Berdoa kebaikan baik buat diri sendiri, keluarga, sahabat, negara dan umat islam di seluruh dunia. Bagi sahabat yang ikut halaqoh tahfizh, jangan lupa doakan sahabat di halaqoh biar dimudahkan menghafal yang mutqin. Berdoa untuk kesehatan. Doakan orang tua kita. Doakan orang yang terlah berbuat baik kepada kita. Doakan guru dan pemimpin kita. Berdoa agar sahabat kita ada yang mendapatkan Lailatul Qadar, in sya Allah, malaikat mengaminkan dan mendoakan yang sama untuk kita.
5. Dll.

Semoga ada di antara sahabatku ada yang beruntung menjumpai Laitul Qadar. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

R19: Antara Fakta dan Keyakinan

•June 15, 2017 • Leave a Comment

Tadi malam ceramahnya bagus, dimulai dengan hadits yang panjang tentang keutamaan sebuah kalimat yang menghilangkan semua kesusahan. Nabi Muhammad bersumpah dengan nama Allah yang jiwanya ada dalam genggamanNya. Walau pun tidak dengan sumpah itu kita percaya bahwa ucapan Nabi Muhammad itu pasti benar. Apalagi ditambah dengan sumpah yang berat.

Kalimat itu adalah Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh zholimiin. Doa ini adalah doa Nabi Yunus yang termaktub dalam Quran, yang mengeluarkannya dari 3 kegelapan. Kegelapan dalam perut ikan, kegelapan dalamnya lautan dan kegelapan malam.

*****

Saat Nabi Musa diperintahkan Allah meninggalkan mesir bersama para pengikutnya dan dikejar oleh bala tentara Fir’aun hingga ke tepi laut. Para pengikutnya berkata habislah kita, karena melihat fakta di depan laut dan di belakang tentara fir’aun. Tapi Musa sangat yakin, Allah yang menyuruhnya maka Allah akan menyelamatkannya. Lihatlah kemudian, fakta atau keyakinan yang terjadi.

Atau saat Nabi Ibrahim diikat dan dibakar di atas tumpukan kayu. Fakta ini membuat kaum kafir menduga pasti Ibrahim akan habis. Tapi Ibrahim yakin akan pertolongan Allah. Maka saksikanlah fakta atau keyakinan yang terjadi.

*****

Maka, misalkan, fakta dokter A mengatakan umur si fulan tidak lebih dari 2 bulan lagi, kemudian dokter B mengatakan yang sama, dokter C juga. Masihkah kita yakin Allah Maha Penyembuh.

Yakin itu berdasarkan perkataan Allah dalam Al Quran dan sunnah Nabi Muhammad. Maka ucapkanlah kalimat doa Nabi Yunus, kalimat yang Nabi Muhammad bersumpah dengan jiwanya.. dengan penuh keyakinan. Melawan fakta dengan keyakinan. Semua kesusahan akan hilang, semua penyakit akan dihancurkan.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man