*Sang Khalifah (8)*

•April 16, 2018 • Leave a Comment

Khalifah ‘Umar, amirul mu’minin, selain terkenal karena keberaniannya, keadilannya, kelembutan pada rakyatnya, juga terkenal karena kesederhanaannya. Sebab beliau meneledani kekasihnya, Nabi Muhammad – Rasulullah.
Pakaian beliau, tidak kurang dari 20 tambalan. Saat diminta agar menerima tunjangan lebih, beliau menolak dengan keras. “Apakah kalian pernah melihat Rasulullaah hidup berlebihan? Apakah Rasululllaah selalu dalam keadaan kenyang? Apakah Rasulullaah berpakaian indah?. Pertanyaan-pertanyaan itu membuat orang “yang memaksa” ‘Umar menerima dana baitul maal mundur teratur.

Pernah suatu ketika, ada pembagian kain. Itu dibagikan rata ke kaum muslimin di madinah. ‘Umar kemudian keluar dengan jubah baru. Tapi itu kemudian membuat kegemparan. Sebab badan ‘Umar tinggi besar, dan tidak mungkin dengan pembagian kain itu mencukupi untuk membuat jubah Sang Khalifah.

Maka protes pun berlangsung. Dibubarkan? Tidak. ‘Umar marah? Ney!

‘Umar memberikan klarifikasi, bahwa jubah itu dibuat dengan hibah kain dari putranya. Putranya membenarkan, dan memang kain dengan corak itu tidak digunakan oleh putra sang khalifah. Semua puas dengan penjelasan itu.

Ya iya lah. Lampu untuk keperluan pribadi dan negara aja dibedakan, tambahan tunjangan ditolak, masa mau korupsi?

Itulah ‘Umar ibnu Khoththob, salah satu khalifah kita dan kesayangan Rasul. Ridho Allah atasnya.
Salam,
T-man

 

Sang Khalifah (7)

•April 14, 2018 • Leave a Comment

*Sang Khalifah (7)*

‘Umar ibnu Khoththob, adalah salah seorang yang didoakan oleh Nabi kepada Allah, untuk memperkuat islam. ‘Umar, semoga Allah ridho kepadanya, terkenal karena keberanian dan juga keadilannya. Tapi jangan salah, beliau juga orang yang berhati lembut dan mudah mencucurkan air mata. Apalagi jika itu berhubungan dengan rakyat yang dipimpinnya.

Saat ‘Umar Al Farouq dilantik menjadi menjadi khalifah, beliau berkhutbah ”Wahai saudara-saudara! Saya telah kalian pilih, padahal saya bukan yang terbaik di antara kalian. Maka, jika saya berada di jalan yang benar, dukunglah saya. Sebaliknya, jika saya menyimpang dari kebenaran luruskanlah!”

Baru saja Umar selesai bicara, salah seorang hadirin angkat bicara, “Wahai Umar! Andai nanti kami melihat ada penyimpangan pada dirimu dalam menjalankan pemerintahan, niscaya akan kami luruskan dengan ujung pedang.”

Kalo kita, apa yang kita lakukan? Nih orang ngancem-ngancem khalifah pake pedang segala. Mungkin sudah kita suruh ajudan kita untuk segera menangkapnya.

Tapi beliau radhiallaahu anhu, saat mendengar kata-kata pedas itu, malah tersenyum sambil berkata, “Alhamdulillaah, ternyata masih ada orang yang sudi meluruskan saya dengan ujung pedang!”

Dan ummat islam, mencapai salah satu puncak kejayaan di kepemimpinan beliau. Umar mencintai rakyatnya, dan rakyat juga mencintainya.

Salam,
T-man.

Lomba Foto dan Tulisan: “Perjalanan Penuh Inspirasi”

•November 17, 2017 • 1 Comment

Hai Tiar Rahman,

Mengusung tema “Perjalanan Penuh Inspirasi”, Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2017 mengajak insan fotografi dan penulis untuk berbagi cerita perjalanan yang menginspirasi kepada masyarakat Indonesia.

Abadikan perjalananmu menikmati keindahan alam dan keramahan Indonesia, dan bagikan inspirasimu lewat kreasi foto, unggah ke https://lombafotoastra.satu-indonesia.com/unggah/.

Kirim karya tulis terbaikmu yang menginspirasi, tentang perjalanan 60 tahun Astra, unggah kehttps://anugerahpewartaastra.satu-indonesia.com/unggah/.

Periode: 23 Agustus – 31 Desember 2017.

Kamu berkesempatan memenangkan hadiah menarik berikut:

Peserta kategori Wartawan
Juara I : 1 Astra Daihatsu Ayla M AT
Juara II : 1 New Honda CBR 150R
Juara III : 1 Fujifilm X-A10
Juara Harapan 1 & 2 : @ 1 Samsung Gear 360 2017
Juara Favorit untuk 10 orang : @ 1 Xiaomi Redmi 4X
Peserta kategori Umum
Juara I : 1 Astra Daihatsu Ayla M AT
Juar a II : 1 New Honda CBR 150R
Juara III : 1 Fujifilm X-A10
Juara Harapan 1 & 2 : @ 1 Samsung Gear 360 2017
Juara Favorit untuk 10 orang : @ 1 Xiaomi Redmi 4X

Salam SATU Indonesia

PT Astra International Tbk
Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II
Jakarta Utara, Jakarta 14430, Indonesia
info@satu-indonesia.com

[Nita] Sang Penghibur

•November 16, 2017 • Leave a Comment

Dalam aktivitas per-mp-an, beberapa kali aku memposting lirik lagu dengan tafsiran menurutku sendiri. Lagu sang penghibur ini udah aku copas dalam notes di hpku yang rencananya setelah aku tambahkan komen, mau aku posting.

Mungkin lagu ini cocok untuk almarhumah Nita. (masih gak percaya nyebut almarhumah). Dia yang didera masalah dan keterbatasan, malah jadi penceria dan penghibur buat kita semua.

SANG PENGHIBUR (PADI)

setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi ku dengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi ku cerna dalam jiwa

********

dalam bergaul di multiply (dan juga dunia nyata), dia gak hanya bertemu teman “normal”, tapi ada juga yang mencela dan mencemooh. Entah karena keberanian berkomen maupun keterbukaan dalam menjelaskan keterbatasan hingga menggunakan ABD. Tidak. Aku tahu dia menulis itu bukan untuk dikasihani, tapi untuk berbagi untuk orang mengalami nasib sama dengannya atau memberi semangat kepada kita yang punya indera sempurna. Yang ku salut, dia slalu tegar dan ceria dalam menghadapi celaan dan cemoohan itu.

********

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya…

********

Orang yang simpel dan gak mau banyak ribet, maka saat disodorkan puisi, apalagi yang banyak kembangnya, pasti dia lewat. Gak ngerti katanya 😀
Iya punya mimpi, tak ingin menyusahkan orangtuanya. Ingin, terutama orang tua yang anaknya mempunyai gangguan dengar, mendapat informasi yang cukup dengan membaca tulisannya. Ingin kekurangannya menjadi pecut untuk terus maju.

********

oh..
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

********

Ya dia pernah. Dan sekarang juga sedang menikmatinya. Dan tahukah? Bahkan dia kini menjadi salah satu bintang itu!

********

ku gerakkan langkah kaki
di mana CINTA akan bertumbuh
ku layangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terutuh

********

Dia melangkah dan kita pun melangkah. Tapi dia lebih dulu mendapatkan CINTA dan janji mimpi terutuh, daripada kita.

********

masih ku coba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tangan
lelah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

********

Dia mengejar kebahagiaan. Walau gayutan masalah selalu mengusiknya. Kebahagiaannya adalah untuk tak menjadi beban bagi orang lain. Kebahagiaannya adalah saat anak ATR bisa diterima dan tersenyum ceria.

********

o… o…
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya

********

Ya dia pernah melihatnya. Dan bahkan dia sekarang menjadi salah satu bintang itu. Semoga jiwa dan hati yang lelah, menjadi terhibur untuk segera menyambut tantangan baru.

********

bukankah hidup ada PERHENTIAN
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali…
berlari kembali..

melangkahkan kaki
menuju cahaya

********

Memang langkahnya tak kencang. Tapi dia terus berlari. Kadang berhenti sebentar, tapi kemudian dia melangkah kembali. Dan dia sekarang menuju CAHAYA.

********

bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya

********

Walau tlah tiada, dia akan tetap menjadi bintang. Bagi yang sudah terbantu baik oleh tulisan maupun pertolongan. Bintang di hati para sahabatnya.

[Nita] Suara Nan Indah

•November 16, 2017 • Leave a Comment

dengan keterbatasan dengar
kau mampu membuat multiply berbinar

di tengah dera masalah menempa diri
namun kau berusaha ceria mengisi hari

kini kau tidak lagi
bersama kami
tidak ada lagi saling sapa, saling cela, saling memberi semangat

kini kau tak perlu lagi
alat bantu dengar yang dianggap barang mewah sehingga perlu dipajaki
sebab kau kini bisa mendengar suara indah
dengan jelas dan jernih
suara salam malaikat yang bernyanyi

selamat jalan: Yusnita Febri.

Diet dan Pola Hidup Sehat

•July 6, 2017 • 3 Comments

Berbagai metode diet dan pola hidup sehat bertebaran untuk dipilih. Mana yang lebih baik 4 sehat 5 sempurna, OCD, food combining, Ketogen-Fastosis, atau diet golongan darah? Mana yang lebih oke?

 

Sebetulnya saya kepo juga ingin mencoba salah satu antara OCD dan Ketogen, tapi selalu saja gak jadi. Sebab yang tahu yang terbaik buat tubuh kita, adalah Allah – Sang Pencipta kita, iyes? Petunjuk dan teladan hidup sehat dari Allah adalah tentu via mahluk kesayanganNya, Muhammad sholawat dan salam untuknya. Buktinya, Rasul sepanjang hidupnya jarang sakit. Hanya satu kali saja beliau sakit. Jadi kenapa kita, terutama yang muslim, gak coba mengikuti gaya hidup sehat ala Rasulullaah saja. Gak pake repot dan gak pake ribet. Dan yang penting, ini sebagai bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

Coba kita daftar apa saja yang bisa kita contoh:

  • Makanan yang halal dan thoyib

Ini jelas termaktub dalam Quran. Percuma makanan enak jika ia haram. Haram zatnya, maupun haram dalam cara meraihnya. Dan untuk orang-orang tertentu ada makanan yang harus dibatasi atau dipantang.

 

  • Makan Dengan Tangan Kanan, Tidak Berdiri.

Lebih bagus lagi jika tidak pakai sendok, langsung dengan tangan. Duduk makan lesehan bersama dengan keluarga. Ni’mat bener.

 

  • Makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang

Ilmu ini sederhana, tapi kadang sulit dilakukan. Kalo ilmu diet sekarang, biar lapar harus tahan sampe 12 jam atau lebih. Padahal kalo lapar ya makan saja. Yang sulit itu berhenti sebelum kenyang. Padahal di sinilah inti pola makan dan juga pengendalian diri.

 

  • Tidak Mubazir

Mubazir tidak baik, bahkan disamakan dengan teman syaithon. Berbagilah dengan tetangga jika masak banyak. Atau jika masak sedikit, perbanyak kuahnya biar bisa berbagi dengan tetangga. Makanan yang berkah, walau kita makan sedikit tapi kita disayang penghuni langit.

 

  • Makan kurma, minum madu dan habatusauda

Kesenangan Rasul ni. Rasul sarapan dengan kurma atau minum nabeez. Sumber energi di pagi hari. Madu juga Rasul suka, bahkan di Quran juga disebutkan. Demikian juga Nabi menganjurkan menggunakan habatussauda sebagai penawar segala macam penyakit.

 

  • Puasa

Selain puasa Ramadhan, ada puasa syawal, senin-kamis, puasa tengah bulan, dan lain-lain. Tapi inget ya. Niat puasanya yang ikhlas, ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan disayang Allah. Kalo badan jadi lebih langsing dan sehat, itu bonus.

 

  • Tidur siang dan Bangun untuk shalat Malam.

Keseimbangan. Tidur siang, biar malam kita bisa tahajud.

Hai orang yang berselimut (Muhammad),

bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

 

Dan dengan shalat malam, Allah akan meninggikan derajat kita.

 

  • Bekam

Ada yang belum pernah? Coba deh dan rutinkan setiap bulan.

 

  • Olahraga

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa salam bersabda, “ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (HR Sahih Bukhari/Muslim).

 

Selain itu Rasul juga menyukai lari cepat, gulat, anggar. Intinya badan kita kudu dilatih. Rasul itu kuat dan badannya six-pack. Ayo semangatlah berolahraga.

 

  • Senyum dan Ramah

Rasulullah orang yang murah senyum, ramah dan selalu mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya. Demikian ramahnya beliau, shahabat yang bertemu dengan beliau, bahkan sampai menyangka bahwa dirinyalah yang paling disayang Rasulullah. Ma sya Allah. Akhlaq yang luar biasa.

 

Wallaahu a’lam bishshowab.

 

Salam,

T-man.

Sang Khalifah #5: Yang Mengilhami Umar

•July 5, 2017 • Leave a Comment

Umar ~ semoga Allah ridho padanya ~ ada keperluan yang dibicarakan dengan Abu Bakar ~ semoga Allah ridho padanya ~ yang saat itu menjadi khalifah, tapi ia menundanya hingga setelah zhuhur. Seperti kebiasaannya Abu Bakar setelah zhuhur meninggalkan masjid menuju rumahnya. Umar pun kemudian menyusul ke rumah Abu Bakar. Setelah memberi salam, ternyata yang menjawab istri Abu Bakar. Katanya, Abu Bakar tak pernah kembali ke rumah kecuali setelah ashar.

Keesokan harinya, Umar diam-diam mengikuti Abu Bakar setelah sholat zhuhur. Memang betul Abu Bakar berjalan menuju arah rumahnya, tapi kemudian menuju arah lain. Dia menuju ke sebuah rumah. Lewat jendela, Umar melihat Abu Bakar menyiapkan makanan untuk seorang wanita buta, menyuapinya, membersihkan rumahnya, mencuci dan menyiapkan baju untuknya esok hari. Setelah semua siap, Abu Bakar pamit dan berjanji akan kembali esok harinya.

Umar memohon izin masuk ke rumah wanita buta itu setelah Abu Bakar berlalu.
Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau tahu siapa lelaki yang datang tiap hari tadi?”
Wanita itu menjawab, “Saya tidak tahu.”
Umar kembali bertanya, “Sudah berapa lama ia mendatangimu?”
Wanita itu berkata, “Saya sudah lupa, itu sudah lama sekali.”

Rupanya sebelum Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wa Salam wafat, Abu Bakar sudah menjalani kebaikan seperti itu.

Dan masyhur yang kita dengar, saat Umar menjadi khalifah yang rajin berkeliling memeriksa keadaan rakyatnya dan ada kisah wanita yang memasak batu untuk anaknya yang ditangani segera oleh Umar sendiri.

======

Semoga Allah mengaruniakan Indonesia, pemimpin yang sayang dan peduli pada rakyatnya. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Salam,
T-man.