Quran Mushaf Utsmani Terjemah / Hafizh

•August 30, 2016 • Leave a Comment

Alhamdulillah.

Bagi teman-teman yang sedang mengikuti program tahfizh dan terbiasa dengan Rasm Utsmani cetakan Timteng, bisa memesan Quran Hafalan Al Jabbar ukuran A5 (Untuk yang lebih kecil ada Al Adl – A6). Ciri-ciri Quran Hafalan ini adalah ada tulisan awal ayat di pinggir. Juga tersedia untuk yang per 5 juz.

Dulu sampe minta bantuan teman yang kerja di arab..Amal, Morry, Rama, juga via teman adikku yang kuliah di sana.

Bagi yang ingin memesan quran Rasm Utsmani cetakan Timteng dengan terjemah juga bisa mesan di sini. (As Shahib ukuran A5). Susah bener kan nyarinya mushaf Utsmani dengan terjemah ini. Tinggal nunggu Rasm Utsmani dengan terjemah per kata, semoga secepatnya ada yang nerbitin.

Silahkan kawan-kawan cek di link berikut ya.

Quran Hafalan Ustmani Al ‘Adl (A6)

Quran Hafalan per 5 Juz Al Matiin (8×12)

Quran Hafalan Ustmani Al Jabar (A5)

Quran Mushaf Utsmani Terjemah As-Shahib (A5)

 

Contoh gambar quran hafalan, rasm Utsmani

Isi-Al-Quran-Hafalan-Al-Adl-

 

Quran terjemah rasm Utsmani, sudah lengkap dengan waqaf wa ibtida

contoh-tulisan-utsmani-terjemah-ash-shahib

bagian-dalam-utsmani-terjemah-ash-shahib

Doa yang diganti

•August 16, 2016 • Leave a Comment

Sahabat..

Kadang kita minta diberi rezeqi/harta berlimpah biar bisa beli ini itu, rumah yang luas, kendaraan/mobil bagus dan kenikmatan dunia yang lain. Tapi Allah menggantikannya dengan keluarga yang sehat, hati yang senantiasa merasa puas, tidak merasa iri kepada orang lain, berprangka baik, dan kegiatan yang mendekatkan kita kepada-Nya.

Dan dengan penggantian ini, kita seharusnya bahagia dan lebih banyak bersyukur. Ini lebih besar dan lebih berharga dari yang kita minta. Dan hisab kita di yaumul akhir nanti akan lebih mudah. In sya Allah

Lalu.. nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

‘Idul Fithri 1437H

•July 6, 2016 • Leave a Comment

Sahabat..

Perjalanan ini belum lah usai, bahkan ia baru dimulai
Langkah demi langkah di setiap waktu yang terlewati
Semakin mendekatkan kita pada batas setiap insan

Maka sahabat, walau Ramadhan telah pergi meninggalkan kita, tapi tetaplah..
Mudahkan langkah menuju rumah Allah
Basahi lisan dengan syukur dan kalamullah
Ringankan tangan memberi dan membantu sesama
Hidupkan malam sebagaimana kita menghidupkan malam Ramadhan
Mendoakan kebaikan bagi kita, keluarga kita, sahabat kita dan saudara kita di mana pun berada

Dan sahabat, mari berjuang selalu
Menjaga fikiran untuk ikhtiar terbaik
Bersihkan hati agar tetap khusyu dan tawadhu
Sucikan niat agar selalu ikhlash lillahi ta’ala

Semoga Allah memudahkan jalan kita
Semoga Allah selalu memberkahi kehidupan kita
Semoga Allah menerima amal kita, walau tidak sempurna di sana sini
Semoga Allah mengampuni semua dosa kita

Dan semoga kelak, jika saat itu tiba
Kita sudah siap dan rela
Saat kita mendengar suara indah,
“Wahai jiwa-jiwa yang tenang..
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas, lagi diridhoiNya
Masuklah ke dalam golongan hambaKu
Masuklah ke dalam jannahKu.”

*************
*Ja’alanallahu minal ‘aaidin wal faaizin*
semoga Allah menjadikan kita ke dalam golongan orang yang kembali (fihtri) dan golongan orang yang beruntung (mendapatkan ampunan dan jannah)

*Ghafarallahu lanaa wa lakum*
semoga Allah mengampuni kami dan kamu sekalian

*Taqobbalallahu minna wa minkum*
semoga Allah menerima (amalan) dari kita dan dari kamu sekalian.

*Aamiiin ya Rabbal ‘Aalamiin*

*************

Sahabat, saya meminta kemurahan hatimu, untuk memaafkan segala kesalahan kami. Semoga Allah membalas kerelaanmu dengan kebaikan.

Salam,
Tiar Rahman dan keluarga.

R03: Kosong

•June 8, 2016 • Leave a Comment

Kadang dibutuhkan agar kita dapat mengisi sesuatu yang baru.

Dikosongkan dan dibersihkan sebersihbersih, sehingga sesuatu yang baru meresap dan berkesan.

Salam,
T-man.

R02 Sunnah Itu Indah

•June 7, 2016 • Leave a Comment

R02 Sunnah Itu Indah

Shahabatku yang baik.

Mempelajari dan mengamalkan sunnah Nabi adalah salah satu bukti kita mencintai Allah (Al Imron 31). Dari dalil ini saja sudah berasa indah. Rasul adalah kesayangan Allah, dan tidak ada perbuatan dan perkataan Rasul selain dalam bimbingan Allah. Maka dengan mengikuti sunnah Rasul, berarti percaya pada ajaran yang dibawanya, yang dibimbing Allah.

Kadang kita (baca saya) berat melaksanakan sunnah, atau malah mempertanyakan kenapa itu disunnahkan? Tapi selalu saja, akhirnya ada penjelasan logis malah disertai manfaat bagi kehidupan kita.

Padahal, seharusnya, ketika itu disunnahkan, apalah susahnya bagi kita mengucapkan, sami’na wa atho’na. Kami dengar dan kami ta’at. Kita laksanakan dulu tuntunan Rasul ini. Masalah ada manfaat atau tidak urusan sekian. Allah Maha Tahu, Dia yang membuat hukum dan yang paling tahu yang terbaik buat hambaNya.

Salam,
T-man

R01: Syukur

•June 6, 2016 • Leave a Comment

Alhamdulillah, bagi mu’minin dan mu’minat yang tidak ada uzur, kita sedang menjalani rangkaian ibadah Ramadhan. Demi ridho Allah, dan agar kita makin mendekati derajat taqwa.

Ibadah yang penuh makna dan keikhlasanlah yang akan bernilai dalam pandangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ibadah yang berbekas di jiwa dan memberi cahaya pada sekelilingnya.

Maka selain bekal ilmu dalam beribadah juga diperlukan evaluasi. Sehingga dari ibadah ke ibadah, kita semakin baik dan semakin baik.

Selain kita juga bersyukur kepada Allah, untuk semua ni’mat, hidayah dan petunjukNya, sehingga kita masih bisa menjalankan rangkaian ibadah dalam kehidupan kita.

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin.

Salam,
T-man

R-01 Apalah Kita Ini?

•June 5, 2016 • Leave a Comment

Kadang-kadang heran, sama orang yang begitu membanggakan kekayaannya, kekuasaannya, nashabnya dan lain-lain. Lebh heran lagi ada yang menempuh segala cara untuk mencapai semua itu, sampai mengorbankan teman, keluarga bahkan iman. Belum lagi jika yang didapat itu tidak digunakan untuk kebaikan. Na’udzubillahi min dzalika.

Padahal apalah kita ini? Jika kita mau berfikir sekejap saja, dari mana kita tercipta, akan jadi apa kita setelah mati.

Tapi pertanyaan apalah kita ini, tujuannya adalah untuk intropeksi, bukan melemahkan semangat. Menganalisis tujuan penciptaan kita dan tugas kita di muka bumi. Sebagai rahmatal lil ‘alamiin, sebagai khalifatul fil ardhi, dan tentu saja sebagai hamba Allah.

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepadaKu” – demikian Allah berfirman di Adz Dzariyat.

Bahkan jika kita menghayati dan memahami Al Fatihah yang sangat kita hafal, saat membacanya dalam sholat, dengan penuh harapan, khusyu dan ikhlash… maka sungguh terasa bahwa kita adalah hamba yang mendekati sang Kholiq.

Salam,
T-man.