R20: Final Jangan Kalah

•June 15, 2017 • Leave a Comment

In sya Allah, nanti malam sudah memasuki 21 Ramadhan. Sembilan hari terakhir ini ibarat babak final. Dan dahulu, Rasulullah tercinta mengencangkan ikat pinggang, yang berarti lebih banyak beribadah di malam-malam ini. I’tikaf adalah jalan orang-orang shalih zaman dahulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Marilah kita menjadi salah satu bagiannya.

Jika dirasa, hari-hari kemarin belum maksimal, jangan kalah untuk malam-malam final ini. Sesali yang telah berlalu, tapi bersemangatlah untuk memperbaiki hari-hari selanjutnya. Nyesek bro, kalo kalah di final ini.

Jika kita diberi kesempatan dan menyempatkan, alangkah baiknya jika kita bisa ber-I’tikaf pada 9 malam terakhir ini seluruhnya. Jika tidak bisa seluruhnya, ambillah pada malam-malam ganjil. Jika tidak bisa pilihlah malam 27nya. Atau pilih malam yang esok hari kita libur. Atau jika tidak bisa maka, berniatlah untuk I’tikaf ketika ke masjid. Setelah sholat tarawih, sempatkan membaca sehalaman atau selembar dari Quran.

Jika tidak bisa, misalkan karena shift malam, dan hanya bisa sekedar sholat wajib di musholla kantor, maka di saat bekerja perbanyak saja dzikir kepada Allah. Jika punya hafalan Quran, boleh pulalah dibaca untuk mengisi malam-malam akhir Ramadhan ini.

*****

Apa yang dilakukan untuk mengisi malam-malam terakhir ini?
1. Istighfar. Semoga kita diampuni dan semakin disayang Allah
2. Baca Quran: salah satu malam Ramadhan adalah malam diturunkan Al Quran. Membaca Al Quran dengan penuh penghayatan akan berguna bagi hati kita. Bukankah ia adalah petunjuk dan penyembuh?
3. Sholat. Jika sudah witir, masih bisa kita sholat tahajud
4. Berdoa dan mendoakan. Berdoa kebaikan baik buat diri sendiri, keluarga, sahabat, negara dan umat islam di seluruh dunia. Bagi sahabat yang ikut halaqoh tahfizh, jangan lupa doakan sahabat di halaqoh biar dimudahkan menghafal yang mutqin. Berdoa untuk kesehatan. Doakan orang tua kita. Doakan orang yang terlah berbuat baik kepada kita. Doakan guru dan pemimpin kita. Berdoa agar sahabat kita ada yang mendapatkan Lailatul Qadar, in sya Allah, malaikat mengaminkan dan mendoakan yang sama untuk kita.
5. Dll.

Semoga ada di antara sahabatku ada yang beruntung menjumpai Laitul Qadar. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

Advertisements

R19: Antara Fakta dan Keyakinan

•June 15, 2017 • Leave a Comment

Tadi malam ceramahnya bagus, dimulai dengan hadits yang panjang tentang keutamaan sebuah kalimat yang menghilangkan semua kesusahan. Nabi Muhammad bersumpah dengan nama Allah yang jiwanya ada dalam genggamanNya. Walau pun tidak dengan sumpah itu kita percaya bahwa ucapan Nabi Muhammad itu pasti benar. Apalagi ditambah dengan sumpah yang berat.

Kalimat itu adalah Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh zholimiin. Doa ini adalah doa Nabi Yunus yang termaktub dalam Quran, yang mengeluarkannya dari 3 kegelapan. Kegelapan dalam perut ikan, kegelapan dalamnya lautan dan kegelapan malam.

*****

Saat Nabi Musa diperintahkan Allah meninggalkan mesir bersama para pengikutnya dan dikejar oleh bala tentara Fir’aun hingga ke tepi laut. Para pengikutnya berkata habislah kita, karena melihat fakta di depan laut dan di belakang tentara fir’aun. Tapi Musa sangat yakin, Allah yang menyuruhnya maka Allah akan menyelamatkannya. Lihatlah kemudian, fakta atau keyakinan yang terjadi.

Atau saat Nabi Ibrahim diikat dan dibakar di atas tumpukan kayu. Fakta ini membuat kaum kafir menduga pasti Ibrahim akan habis. Tapi Ibrahim yakin akan pertolongan Allah. Maka saksikanlah fakta atau keyakinan yang terjadi.

*****

Maka, misalkan, fakta dokter A mengatakan umur si fulan tidak lebih dari 2 bulan lagi, kemudian dokter B mengatakan yang sama, dokter C juga. Masihkah kita yakin Allah Maha Penyembuh.

Yakin itu berdasarkan perkataan Allah dalam Al Quran dan sunnah Nabi Muhammad. Maka ucapkanlah kalimat doa Nabi Yunus, kalimat yang Nabi Muhammad bersumpah dengan jiwanya.. dengan penuh keyakinan. Melawan fakta dengan keyakinan. Semua kesusahan akan hilang, semua penyakit akan dihancurkan.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

R18: Bangkrut Sebangkrut Bangkrutnya

•June 15, 2017 • Leave a Comment

Saat Nabi menerangkan tentang orang yang paling bangkrut, bukanlah orang yang jatuh miskin dan berhutang banyak. Tapi yang paling bangkrut adalah orang yang ketika di hari perhitungan membawa pahala sholat, puasa, shodaqoh, baca quran dan lain-lain. Tapi kemudian karena dia pernah menzholimi orang lain maka pahala-pahala yang didapatkan harus dibagikan kepada orang yang pernah dizholiminya. Jika masih belum mencukupi, maka dosa-dosa orang yang dizholimi itu ditransfer kepadanya.

Lihatlah.. islam mendahulukan akhlaq dan semua perbuatan akan dibuat perhitungannya. Walaupun sebiji zarah.

*****

Bosen kali ya mendengar bahaya meroko dari segi kesehatan. Badan-badan gue sendiri, begitu mungkin mereka bilang.

Baiklah. Saya nyatakan.. bahwa gak ada yang senang dengan asap rokok. Yang merokok saja, gak mau asapnya ditelan semua. Pake disemburin lagi. Apalagi kalo mereka dimasukkan ke dalam ruangan penuh asap rokok, walaupun rokok itu rokok kesukaannya. Makanya di ruang merokok mereka minta dipasang exhaust fan. Ish gak serius pisan.

Nah, apalagi orang yang gak suka merokok, alergi asap atau yang punya penyakit pernapasan.

Jadi kalo perokok, merokok di tempat umum, semisal dalam angkutan umum dan tidak menelan semua asapnya, berarti perokok itu telah berbuat zholim kepada orang se angkutan itu. Yang jika tidak minta dihalalkan saat di dunia, maka itu akan ditagih di hari nanti. Dengan transfer amal ke yang dizholimi, atau mendapat transfer dosa. Ngeri banget, bro. Ngeri.

Semoga sahabatku terhindar dari hal sedemikian. Jika sudah terlanjur, minta maaflah dan beristighfarlah. Jika tidak bisa menemui orang yang sudah dizholimi satu persatu, doakan kebaikan pada mereka yang kita zholimi.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

R16: Berguna dan Tidak Berguna

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Ada pengumuman, diskon besar-besaran di mol anu. Hingga 80%. Ini bisa berguna atau tidak berguna.

Bagi orang yang butuh dan ada duitnya, bisa pergi ke sana dan membelinya dengan harga murah.

Tapi bagi yang ga pernah niat ke sana, atau gak butuh, atau gak ada duitnya. Pengumuman itu hanya sekedar berita atau kabar gembira saja. Gak lebih.

*****

Allah melalui Rasulullah telah memberi kabar gembira.. pada Ramadhan ini.. semua pintu syurga, terbuka, semua pintu neraka ditutup, pahala dilipatkan gandakan dan ampunan dicurahkan serta di dalamnya ada malam yabg lebih baik dari seribu bulan…

Pengumuman yang luar biasa. Dan tentu pengumuman kabar gembira ini bisa berguna dan tidak berguna.

Menjadi tidak berguna bagi yang tidak perduli atau malah menganggap Ramadhan ini sebagai beban. Mengerjakan ibadah sekedar menggugurkan saja. Bukan dengan menyempurnakan niat dan amal sesuai tuntunan Rasul. Bagi mereka itu hanya kabar gembira tanpa arti.

Bagi yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, berita ini sungguh menyenangkan, membuat semangat. Kapan lagi meraih ridho dan ampunan Allah dengan begitu mudahnya.

Wangi syurga seakan menyeruak memenuhi udara yang terhirup, dan rahmat Allah serasa menggapai lembut. Saat Ramadhan berakhir, mereka berat melepasnya.

Semoga bagi mereka dan kita yang menyambut gembira Ramadhan dan mengisi dengan amal terbaik, ampunan dan ridho Allah. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshowab

Salam,
T-man.

R15: Syurga Yang Dirindukan

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Kita mungkin pernah mendengar kisah seorang hamba yang beribadah 1000 tahun. Kemudian dia meninggal dan Allah berfirman kepada malaikat agar memasukkan dia ke syurga atas rahmatNya. Si hamba protes, agar dia dimasukkan ke syurga karena amalnya.

Maka Allah memerintahkan malaikat agar menghisab antara amalnya dibanding dengan ni’mat yang sudah Allah berikan kepadanya. Bahkan untuk mengimbangi ni’mat penglihatan saja tak sebanding. Si hamba menginsyafi, dan memohon ampun.

Dan atas ampunan dan rahmat Allah, si hamba akhirnya dimasukkan ke dalam syurga.

*****

Jadi sahabat… kita beribadah ikhllas karena Allah semata dan mengikuti contoh dari Rasulullah.. guna meraih pahala sebanyakbanyaknya dan menyempurnakan amal demi keutamaan, adalah agar Allah senang, agar Allah ridho. Sehingga Allah berkenan mencurahkan rahmatNya dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba yang cintaiNya.

Dan dengan rahmatNya pula, Dia berkenan memasukkan kita ke tempat asal mula kita, kampung halaman kita. Syurga.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man.

R14: Shiroh Nabiwiyah

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Karena penghuni bumi adalah manusia, maka Rasul yang diutus pun dari kalangan manusia. Demikian juga Rasul terakhir, adalah manusia biasa. Yang makan, minum, tidur, berjalan sama dengan manusia lainnya. Sehingga kita mudah mencontohnya.

Tapi beliau adalah pilihan dari manusia terbaik serta dalam bimbingan wahyu. Mencontohnya, meneladani adalah keutamaan dan akar ‘ibadah.

*****

Dari hadits kita belajar hukum. Dari shiroh Nabiwiyah yang juga bersumber dari hadits, kita belajar mengenal kehidupan Rasulullah sehari-hari. Bagaimana akhlaq beliau sebagai pribadi, suami, ayah, kakek, teman, tetangga, pedagang, pemimpin negara, pemimpin perang dan lain-lain. Yang semuanya, lagi-lagi bisa kita contoh.

Bagaimana Rasul menyelesaikan masalah rumah tangganya, bagaimana Rasul bercanda, atau bahkan akhlaq beliau kepada anak kecil.

Membaca atau mengkaji shiroh ini, membuat kita semakin mengenal, mencintai, merindukan dan meneladani Rasulullaah..

Shollu ‘alannabiy..

Salam,
T-man

Nb.
Bagi yang ingin mendownload kajian shiroh oleh Dr. Khalid Basalamah, silahkan download di link berikut. Bagi yang sekitaran bekasi boleh kita janji ketemu untuk ngopi mp3nya.

http://www.kajianilmiah.com/2015/10/download-audio-kajian-rutin-siroh.html?m=1

R13: Mari Mencontek

•June 9, 2017 • Leave a Comment

Bukan mencontek saat ujian ya. Itu mah sudah jelas aturannya.

Bukan pula mencontek tulisan atau karya orang lain, diubah dikit-dikit, lalu diaku sebagai tulisan atau karya sendiri. Itu plagiat namanya.

Mencontek yang ini malah disuruh, dan balasannya dicintai Allah dan mendapatkan Syurga.

******
Amal yang diterima di sisi Allah adalah:
– Niat ikhlash, hanya karena Allah Ta’ala.
– Mengikuti tuntunan Rasulullah.

Harus dua-duanya. Kalo gak, amal dan ibadah kita, cuma dapat capek doang. Atau yang ngeri malah mendapat murka Allah.

Gak pake repot kan? Dan gak usah kreatif dalam ibadah. Sudah ikuti Rasulullah saja. Islam ini sudah lengkap lagi diridhoi.

******
“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah hendaklah kalian mengikutiku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

******
Ada cerita dari hadits. Shahabat Rasulullah, begitu mencintai Rasululullah. Suatu ketika saat mereka shalat berjama’ah, malaikat memberitahu Rasulullah agar melepas alas kakinya karena adanya najis. Saat Rasulullah melepaskan alas kakinya, sontak semua shahabat yang berjamaah juga mengikutinya.

Atau saat Rasulullah berjalan bersama seorang shahabat. Rasulullah berjalan di depan. Rasulullah menunduk untuk menghindari cabang pohon, dan shahabat yang berjalan di belakangnya ikut menunduk juga. Padahal shahabat yang ini, jika pun ia tidak menunduk, tidak akan terkena cabang pohon tersebut.

******

Yuk, sama-sama belajar lagi ya shahabatku. Mengikhlashkan amal karena Allah dan mencontek tuntunan Rasulullah. Jika pun kita belum bisa mencontek dan melakukan semua Sunnahnya, maka ikutilah apa yang bisa. Dan merasa sedihlah.

Jangan kita termasuk yang tidak mencontoh Sunnah, tapi malah menghina dan mengolok-olok Sunnah. Kita berlindung kepada Allah, dari hal yang demikian.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man