R14: Shiroh Nabiwiyah

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Karena penghuni bumi adalah manusia, maka Rasul yang diutus pun dari kalangan manusia. Demikian juga Rasul terakhir, adalah manusia biasa. Yang makan, minum, tidur, berjalan sama dengan manusia lainnya. Sehingga kita mudah mencontohnya.

Tapi beliau adalah pilihan dari manusia terbaik serta dalam bimbingan wahyu. Mencontohnya, meneladani adalah keutamaan dan akar ‘ibadah.

*****

Dari hadits kita belajar hukum. Dari shiroh Nabiwiyah yang juga bersumber dari hadits, kita belajar mengenal kehidupan Rasulullah sehari-hari. Bagaimana akhlaq beliau sebagai pribadi, suami, ayah, kakek, teman, tetangga, pedagang, pemimpin negara, pemimpin perang dan lain-lain. Yang semuanya, lagi-lagi bisa kita contoh.

Bagaimana Rasul menyelesaikan masalah rumah tangganya, bagaimana Rasul bercanda, atau bahkan akhlaq beliau kepada anak kecil.

Membaca atau mengkaji shiroh ini, membuat kita semakin mengenal, mencintai, merindukan dan meneladani Rasulullaah..

Shollu ‘alannabiy..

Salam,
T-man

Nb.
Bagi yang ingin mendownload kajian shiroh oleh Dr. Khalid Basalamah, silahkan download di link berikut. Bagi yang sekitaran bekasi boleh kita janji ketemu untuk ngopi mp3nya.

http://www.kajianilmiah.com/2015/10/download-audio-kajian-rutin-siroh.html?m=1

Advertisements

R13: Mari Mencontek

•June 9, 2017 • Leave a Comment

Bukan mencontek saat ujian ya. Itu mah sudah jelas aturannya.

Bukan pula mencontek tulisan atau karya orang lain, diubah dikit-dikit, lalu diaku sebagai tulisan atau karya sendiri. Itu plagiat namanya.

Mencontek yang ini malah disuruh, dan balasannya dicintai Allah dan mendapatkan Syurga.

******
Amal yang diterima di sisi Allah adalah:
– Niat ikhlash, hanya karena Allah Ta’ala.
– Mengikuti tuntunan Rasulullah.

Harus dua-duanya. Kalo gak, amal dan ibadah kita, cuma dapat capek doang. Atau yang ngeri malah mendapat murka Allah.

Gak pake repot kan? Dan gak usah kreatif dalam ibadah. Sudah ikuti Rasulullah saja. Islam ini sudah lengkap lagi diridhoi.

******
“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah hendaklah kalian mengikutiku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

******
Ada cerita dari hadits. Shahabat Rasulullah, begitu mencintai Rasululullah. Suatu ketika saat mereka shalat berjama’ah, malaikat memberitahu Rasulullah agar melepas alas kakinya karena adanya najis. Saat Rasulullah melepaskan alas kakinya, sontak semua shahabat yang berjamaah juga mengikutinya.

Atau saat Rasulullah berjalan bersama seorang shahabat. Rasulullah berjalan di depan. Rasulullah menunduk untuk menghindari cabang pohon, dan shahabat yang berjalan di belakangnya ikut menunduk juga. Padahal shahabat yang ini, jika pun ia tidak menunduk, tidak akan terkena cabang pohon tersebut.

******

Yuk, sama-sama belajar lagi ya shahabatku. Mengikhlashkan amal karena Allah dan mencontek tuntunan Rasulullah. Jika pun kita belum bisa mencontek dan melakukan semua Sunnahnya, maka ikutilah apa yang bisa. Dan merasa sedihlah.

Jangan kita termasuk yang tidak mencontoh Sunnah, tapi malah menghina dan mengolok-olok Sunnah. Kita berlindung kepada Allah, dari hal yang demikian.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

R12: Yang Layak Diperjuangkan

•June 9, 2017 • Leave a Comment

Menafkahi dan membahagiakan keluarga itu wajib, maka berjuang dalam bekerja dan mencari nafkah halal bersemangatlah. Berjuanglah.

Suami mencintai istrinya itu harus, maka menjaga hati dan pandangan bersemangatlah. Berjuanglah.

Istri yang mendapat ridho suami itu bahagia, maka menyenangkan dan mena’ati suami dalam kebaikan bersemangatlah. Berjuanglah.

Doa anak yang sholeh adalah salah satu amal yang tak terputus, maka mendidik anak dan memberi teladan bersemangatlah. Berjuanglah.

Berbuat baik kepada orang tua itu perintah Allah dan Rasulnya, maka berbakti dengan penuh takjim bersemangatlah. Berjuanglah.

Faham agama agar ibadah sesuai dengan contoh Rasul itu harus, maka mencari ‘ilmu kepada ustadz yang lebih faham dan ikhlas bersemangatlah.

Menuju syurga dan meraih ridho Allah adalah tujuan utama kita, maka dalam berniat ikhlash dan beramal sesuai dengan petunjuk Allah dan teladan Rasulullah bersemangatlah. Berjuanglah.

Memang tidak mudah, sebab kalo mudah ni’matnya kurang berasah. Butuh perjuangan yang sungguh-sungguh dan juga pengorbanan.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al Baqarah : 214)

Wallaahu a’lam bishshowab

Salam,
T-man

R11: Muhasabah

•June 6, 2017 • Leave a Comment

Tak terasa ya sahabat-sahabatku yang dicintai Allah, sudah berlalu 1/3 Ramadhan. Apakah di sepuluh hari pertama kita shaum dengan sempurna, sholat tepat waktu, dan amalan lainnya. Sudahkah sesuai target dengan yang kita canangkan sebelum bertemu Ramadhan? Atau memang kita belum merencanakannya?

Mari bersemangat, duhai sahabatku. Mumpung banyak kemudahan meraih pahala dan keberkahan dalam bulan ini. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan yang tersisa jangan disia-siakan.

Bersemangatlah, wahai sahabatku. Jika belum mampu yang besar, yang kecilpun memadai jika kita istiqomah. Jika belum mampu tilawah satu juz sehari, maka sehalaman atau setengah halaman Quran setiap hari pun tidak mengapa. Jika belum mampu berinfaq yang banyak, seribu sehari di waktu shubuh pun tercatat dalam amal baik. Yang penting kita istiqomah, sambil terus berusaha ikhlash dan menambah kwantitas semampu kita.

Semangat, ya sahabatku. Jangan sampai kita menunggu 11 bulan lagi untuk maksimalin Ramadhan. Sungguh tak ada jaminan kita bisa sampai ke Ramadhan depan, atau ada umur hingga esok hari.

Wallaahu a’lam bishshowab

Salam,
T-man

R10: Akhlaq Mulia

•June 6, 2017 • Leave a Comment

Bagi seorang muslim, akhlaqul karimah, akhlaq yang mulia merupakan hal utama. Standard akhlaq mulia, tentulah yang sesuai dengan petunjuk Allah via prilaku Rasulullah.

Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah teladan yang baik bagimu. ~ Al Ayah.
Sesungguhnya tiada aku diutus, selain menyempurnakan akhlaq yang mulia ~ hadits

Akhlaq yang baik pula merupakan ciri keimanan, dan yang paling banyak mengantarkan orang beriman ke syurga Allah subhanahuu wa ta’ala.

Akhlaq yang utama tentu iman kepada Allah, dengan semurnimurninya. Bahwa akhlaq pun satu akar kata dengan kholiq dan makhluq.

Akhlaq kedua tentu kepada Rasulullah. Kita ikuti tuntunannya, dan bersholawat kepadanya. Sebab sholawat kita kepada Rasul akan kembali ke kita juga.

Yang berikutnya kepada orang tua. Mereka berdua adalah jalan bagi kita hadir ke dunia. Kita wajib berbakti dan mendoakan keduanya. Kemudian juga kepada anak dan istri kita, sebab mereka dalam tanggungan kita.

Tetangga, menempati posisi istimewa dalam akhlaqul karimah. Begitu banyak anjuran berbuat baik kepada tetangga, hampir-hampir para sahabat mengira, tetangga akan menerima warisan juga.

Bahkan islam juga mengatur akhlaq kepada hewan, tumbuhan atau benda yang tak bernyawa juga.

Lihatlah. Sudah demikian lengkap.

Melaksanakannya sesuai sunnah, menjalaninya meraih berkah, yang merasakannya bahagia, dan akhirnya masuk syurga.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man.

R09: Simpati dan Empati

•June 6, 2017 • Leave a Comment

Dua kata yang pas Ramadhan seharusnya mulai bertunas. Jika belum, karena bijinya masih di tangan atau di kantong yang dalam, cepatlah dikeluarkan dan ditanam. Semoga tidak sampai ‘idul fithri, sekeliling kita sudah merasakan harum bunga simpati dan empati.

*****
Mungkin sebagian ada yang sudah membaca kisah ibu-ibu berkelas, menawar mangga dari tukang buah tua dengan habis-habisan. Tapi kemudian mangga itu diborong oleh ibu yang biasa saja yang mendengar dialog itu, dengan harga yang diinginkan pedagang, plus tambahan buat dibelikan fried chicken untuk berbuka puasa cucunya.

Pak tua penjual mangga bahagia tidak terkira.

*****

Atau seorang anak yang memesankan ojek online untuk kakaknya, karena ayah ibunya terlelap. Saat memesan via aplikasi, aplikasi itu eror. Sehingga akhirnya dia memesan lagi.

Dan karena ayah ibunya masih tertidur juga, dia akhirnya menggunakan uangnya sendiri, untuk membayar pesanan eror, pesanan yang kedua, dan tips buat driver. Kasihan katanya. Padahal pesanan error bukan salah si anak.

*****

Mas bro dan mbak sista yang dicintai Allah.. semoga dikuatkan untuk memelihara simpati, empati dan kedermawanan, dan juga mengajarkannya kepada keturunan kita.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man.

R08: Talaqqi

•June 6, 2017 • Leave a Comment

Bagaimana tilawahmu sejauh Ramadhan ini, kawan? Semoga tetap lancar dan semangat.

Dulu sekali, pas SMA saya penasaran dan takjub dengan teman saya yang pindahan dari sekolah lain yang bilang bahwa dia bisa khatam Quran dalam Ramadhan itu 5 kali. Bagaimana caranya? Ternyata di sekolahnya dia membaca satu juz sehabis shalat wajib. Sedangkan saya belum pernah khatam sekalipun.

Maka setelahnya, saya pinjam buku iqro sepupu saya, saya tamatkan sambil jaga warung. Dan akhirnya saya bisa mengkhatamkan Quran sekali dalam Ramadhan kelas 3 SMA ini. Dan kebiasaan ini saya teruskan pas kuliah. Walau sering juga kena penyakit futur.

Malahan saya juga terima tantangan menghafal Quran, dan bisa dapat 4 juz. Terutama saya hafal pas dalam perjalanan mengajar privat. Kebetulan rumah muridnya pada jauh. Bisa 1.5-2 jam perjalanan.

*****

Setelah lulus, bekerja dan berumah tangga.. agak keteteran. Penyebab utamanya karena kurang kuat semangat dan tidak konsisten.

2012 setelah pindah bagian di tempat kerja, saya akhirnya niatkan untuk melanjutkan menghafal, tapi pas dites.. ternyata saya harus masuk level 1, iqro 4. Ada perasaan marah. Apalagi ada teman yang bacaannya blepotan di kursus bahasa arab, bisa masuk level 2. Tapi gak lama-lama marahnya, saya kemudian menikmati belajar Al quran ini. Malah pernah saya salah baca iqra 2 sebelum kelas dimulai, dan itu yang saya setorkan juga. Dan setelah setoran baru saya sadar. Tapi itu ternyata jalan Allah untuk saya belajar yang terlewat.

Alhamdulillah semua level berjalan lancar, sehingga bisa lanjut naghom dan tahfizh.

*****

Rasulullah selalu menyetorkan bacaannya kepada Jibril, dan khusus bulan Ramadhan, frekuensinya lebih banyak lagi. Ini namanya talaqqi.

*****

Kadang sedih, saat ikut shalat jahr, imam kok bacaannya masih banyak makhorijul huruf belum pas, panjang pendek tertukar, atau hukum yang ditabrak.

Ya mungkin seperti saya juga ketika menghafal saat jadi mahasiswa. Banyak yang kurang pas.

Maka saran saya, untuk para imam (dan terutama para bapak, ibu juga) yuk kita memperbaiki bacaan Quran kita.

Bacaan yang indah itu bagus, tapi lebih utama membaca quran yang benar sesuai kaidah. Mari kita cari guru atau lembaga tahsin tilawah untuk kita belajar dengan bertatap muka.

Pun begitu saat menghafal, perlu kita setorkan kepada yang kompeten. Kadang kalo menghafal sendiri mah kita (baca saya) merasa benar aja. Pan kalo ada yang ngerti mah, bisa dibenerin. Ya gak?

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man.