R18: Bangkrut Sebangkrut Bangkrutnya

•June 15, 2017 • Leave a Comment

Saat Nabi menerangkan tentang orang yang paling bangkrut, bukanlah orang yang jatuh miskin dan berhutang banyak. Tapi yang paling bangkrut adalah orang yang ketika di hari perhitungan membawa pahala sholat, puasa, shodaqoh, baca quran dan lain-lain. Tapi kemudian karena dia pernah menzholimi orang lain maka pahala-pahala yang didapatkan harus dibagikan kepada orang yang pernah dizholiminya. Jika masih belum mencukupi, maka dosa-dosa orang yang dizholimi itu ditransfer kepadanya.

Lihatlah.. islam mendahulukan akhlaq dan semua perbuatan akan dibuat perhitungannya. Walaupun sebiji zarah.

*****

Bosen kali ya mendengar bahaya meroko dari segi kesehatan. Badan-badan gue sendiri, begitu mungkin mereka bilang.

Baiklah. Saya nyatakan.. bahwa gak ada yang senang dengan asap rokok. Yang merokok saja, gak mau asapnya ditelan semua. Pake disemburin lagi. Apalagi kalo mereka dimasukkan ke dalam ruangan penuh asap rokok, walaupun rokok itu rokok kesukaannya. Makanya di ruang merokok mereka minta dipasang exhaust fan. Ish gak serius pisan.

Nah, apalagi orang yang gak suka merokok, alergi asap atau yang punya penyakit pernapasan.

Jadi kalo perokok, merokok di tempat umum, semisal dalam angkutan umum dan tidak menelan semua asapnya, berarti perokok itu telah berbuat zholim kepada orang se angkutan itu. Yang jika tidak minta dihalalkan saat di dunia, maka itu akan ditagih di hari nanti. Dengan transfer amal ke yang dizholimi, atau mendapat transfer dosa. Ngeri banget, bro. Ngeri.

Semoga sahabatku terhindar dari hal sedemikian. Jika sudah terlanjur, minta maaflah dan beristighfarlah. Jika tidak bisa menemui orang yang sudah dizholimi satu persatu, doakan kebaikan pada mereka yang kita zholimi.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

Advertisements

R16: Berguna dan Tidak Berguna

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Ada pengumuman, diskon besar-besaran di mol anu. Hingga 80%. Ini bisa berguna atau tidak berguna.

Bagi orang yang butuh dan ada duitnya, bisa pergi ke sana dan membelinya dengan harga murah.

Tapi bagi yang ga pernah niat ke sana, atau gak butuh, atau gak ada duitnya. Pengumuman itu hanya sekedar berita atau kabar gembira saja. Gak lebih.

*****

Allah melalui Rasulullah telah memberi kabar gembira.. pada Ramadhan ini.. semua pintu syurga, terbuka, semua pintu neraka ditutup, pahala dilipatkan gandakan dan ampunan dicurahkan serta di dalamnya ada malam yabg lebih baik dari seribu bulan…

Pengumuman yang luar biasa. Dan tentu pengumuman kabar gembira ini bisa berguna dan tidak berguna.

Menjadi tidak berguna bagi yang tidak perduli atau malah menganggap Ramadhan ini sebagai beban. Mengerjakan ibadah sekedar menggugurkan saja. Bukan dengan menyempurnakan niat dan amal sesuai tuntunan Rasul. Bagi mereka itu hanya kabar gembira tanpa arti.

Bagi yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, berita ini sungguh menyenangkan, membuat semangat. Kapan lagi meraih ridho dan ampunan Allah dengan begitu mudahnya.

Wangi syurga seakan menyeruak memenuhi udara yang terhirup, dan rahmat Allah serasa menggapai lembut. Saat Ramadhan berakhir, mereka berat melepasnya.

Semoga bagi mereka dan kita yang menyambut gembira Ramadhan dan mengisi dengan amal terbaik, ampunan dan ridho Allah. Aamiin.

Wallaahu a’lam bishshowab

Salam,
T-man.

R15: Syurga Yang Dirindukan

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Kita mungkin pernah mendengar kisah seorang hamba yang beribadah 1000 tahun. Kemudian dia meninggal dan Allah berfirman kepada malaikat agar memasukkan dia ke syurga atas rahmatNya. Si hamba protes, agar dia dimasukkan ke syurga karena amalnya.

Maka Allah memerintahkan malaikat agar menghisab antara amalnya dibanding dengan ni’mat yang sudah Allah berikan kepadanya. Bahkan untuk mengimbangi ni’mat penglihatan saja tak sebanding. Si hamba menginsyafi, dan memohon ampun.

Dan atas ampunan dan rahmat Allah, si hamba akhirnya dimasukkan ke dalam syurga.

*****

Jadi sahabat… kita beribadah ikhllas karena Allah semata dan mengikuti contoh dari Rasulullah.. guna meraih pahala sebanyakbanyaknya dan menyempurnakan amal demi keutamaan, adalah agar Allah senang, agar Allah ridho. Sehingga Allah berkenan mencurahkan rahmatNya dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba yang cintaiNya.

Dan dengan rahmatNya pula, Dia berkenan memasukkan kita ke tempat asal mula kita, kampung halaman kita. Syurga.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man.

R14: Shiroh Nabiwiyah

•June 12, 2017 • Leave a Comment

Karena penghuni bumi adalah manusia, maka Rasul yang diutus pun dari kalangan manusia. Demikian juga Rasul terakhir, adalah manusia biasa. Yang makan, minum, tidur, berjalan sama dengan manusia lainnya. Sehingga kita mudah mencontohnya.

Tapi beliau adalah pilihan dari manusia terbaik serta dalam bimbingan wahyu. Mencontohnya, meneladani adalah keutamaan dan akar ‘ibadah.

*****

Dari hadits kita belajar hukum. Dari shiroh Nabiwiyah yang juga bersumber dari hadits, kita belajar mengenal kehidupan Rasulullah sehari-hari. Bagaimana akhlaq beliau sebagai pribadi, suami, ayah, kakek, teman, tetangga, pedagang, pemimpin negara, pemimpin perang dan lain-lain. Yang semuanya, lagi-lagi bisa kita contoh.

Bagaimana Rasul menyelesaikan masalah rumah tangganya, bagaimana Rasul bercanda, atau bahkan akhlaq beliau kepada anak kecil.

Membaca atau mengkaji shiroh ini, membuat kita semakin mengenal, mencintai, merindukan dan meneladani Rasulullaah..

Shollu ‘alannabiy..

Salam,
T-man

Nb.
Bagi yang ingin mendownload kajian shiroh oleh Dr. Khalid Basalamah, silahkan download di link berikut. Bagi yang sekitaran bekasi boleh kita janji ketemu untuk ngopi mp3nya.

http://www.kajianilmiah.com/2015/10/download-audio-kajian-rutin-siroh.html?m=1

R13: Mari Mencontek

•June 9, 2017 • Leave a Comment

Bukan mencontek saat ujian ya. Itu mah sudah jelas aturannya.

Bukan pula mencontek tulisan atau karya orang lain, diubah dikit-dikit, lalu diaku sebagai tulisan atau karya sendiri. Itu plagiat namanya.

Mencontek yang ini malah disuruh, dan balasannya dicintai Allah dan mendapatkan Syurga.

******
Amal yang diterima di sisi Allah adalah:
– Niat ikhlash, hanya karena Allah Ta’ala.
– Mengikuti tuntunan Rasulullah.

Harus dua-duanya. Kalo gak, amal dan ibadah kita, cuma dapat capek doang. Atau yang ngeri malah mendapat murka Allah.

Gak pake repot kan? Dan gak usah kreatif dalam ibadah. Sudah ikuti Rasulullah saja. Islam ini sudah lengkap lagi diridhoi.

******
“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah hendaklah kalian mengikutiku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

******
Ada cerita dari hadits. Shahabat Rasulullah, begitu mencintai Rasululullah. Suatu ketika saat mereka shalat berjama’ah, malaikat memberitahu Rasulullah agar melepas alas kakinya karena adanya najis. Saat Rasulullah melepaskan alas kakinya, sontak semua shahabat yang berjamaah juga mengikutinya.

Atau saat Rasulullah berjalan bersama seorang shahabat. Rasulullah berjalan di depan. Rasulullah menunduk untuk menghindari cabang pohon, dan shahabat yang berjalan di belakangnya ikut menunduk juga. Padahal shahabat yang ini, jika pun ia tidak menunduk, tidak akan terkena cabang pohon tersebut.

******

Yuk, sama-sama belajar lagi ya shahabatku. Mengikhlashkan amal karena Allah dan mencontek tuntunan Rasulullah. Jika pun kita belum bisa mencontek dan melakukan semua Sunnahnya, maka ikutilah apa yang bisa. Dan merasa sedihlah.

Jangan kita termasuk yang tidak mencontoh Sunnah, tapi malah menghina dan mengolok-olok Sunnah. Kita berlindung kepada Allah, dari hal yang demikian.

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man

R12: Yang Layak Diperjuangkan

•June 9, 2017 • Leave a Comment

Menafkahi dan membahagiakan keluarga itu wajib, maka berjuang dalam bekerja dan mencari nafkah halal bersemangatlah. Berjuanglah.

Suami mencintai istrinya itu harus, maka menjaga hati dan pandangan bersemangatlah. Berjuanglah.

Istri yang mendapat ridho suami itu bahagia, maka menyenangkan dan mena’ati suami dalam kebaikan bersemangatlah. Berjuanglah.

Doa anak yang sholeh adalah salah satu amal yang tak terputus, maka mendidik anak dan memberi teladan bersemangatlah. Berjuanglah.

Berbuat baik kepada orang tua itu perintah Allah dan Rasulnya, maka berbakti dengan penuh takjim bersemangatlah. Berjuanglah.

Faham agama agar ibadah sesuai dengan contoh Rasul itu harus, maka mencari ‘ilmu kepada ustadz yang lebih faham dan ikhlas bersemangatlah.

Menuju syurga dan meraih ridho Allah adalah tujuan utama kita, maka dalam berniat ikhlash dan beramal sesuai dengan petunjuk Allah dan teladan Rasulullah bersemangatlah. Berjuanglah.

Memang tidak mudah, sebab kalo mudah ni’matnya kurang berasah. Butuh perjuangan yang sungguh-sungguh dan juga pengorbanan.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al Baqarah : 214)

Wallaahu a’lam bishshowab

Salam,
T-man

R11: Muhasabah

•June 6, 2017 • Leave a Comment

Tak terasa ya sahabat-sahabatku yang dicintai Allah, sudah berlalu 1/3 Ramadhan. Apakah di sepuluh hari pertama kita shaum dengan sempurna, sholat tepat waktu, dan amalan lainnya. Sudahkah sesuai target dengan yang kita canangkan sebelum bertemu Ramadhan? Atau memang kita belum merencanakannya?

Mari bersemangat, duhai sahabatku. Mumpung banyak kemudahan meraih pahala dan keberkahan dalam bulan ini. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan yang tersisa jangan disia-siakan.

Bersemangatlah, wahai sahabatku. Jika belum mampu yang besar, yang kecilpun memadai jika kita istiqomah. Jika belum mampu tilawah satu juz sehari, maka sehalaman atau setengah halaman Quran setiap hari pun tidak mengapa. Jika belum mampu berinfaq yang banyak, seribu sehari di waktu shubuh pun tercatat dalam amal baik. Yang penting kita istiqomah, sambil terus berusaha ikhlash dan menambah kwantitas semampu kita.

Semangat, ya sahabatku. Jangan sampai kita menunggu 11 bulan lagi untuk maksimalin Ramadhan. Sungguh tak ada jaminan kita bisa sampai ke Ramadhan depan, atau ada umur hingga esok hari.

Wallaahu a’lam bishshowab

Salam,
T-man