R08: Talaqqi

Bagaimana tilawahmu sejauh Ramadhan ini, kawan? Semoga tetap lancar dan semangat.

Dulu sekali, pas SMA saya penasaran dan takjub dengan teman saya yang pindahan dari sekolah lain yang bilang bahwa dia bisa khatam Quran dalam Ramadhan itu 5 kali. Bagaimana caranya? Ternyata di sekolahnya dia membaca satu juz sehabis shalat wajib. Sedangkan saya belum pernah khatam sekalipun.

Maka setelahnya, saya pinjam buku iqro sepupu saya, saya tamatkan sambil jaga warung. Dan akhirnya saya bisa mengkhatamkan Quran sekali dalam Ramadhan kelas 3 SMA ini. Dan kebiasaan ini saya teruskan pas kuliah. Walau sering juga kena penyakit futur.

Malahan saya juga terima tantangan menghafal Quran, dan bisa dapat 4 juz. Terutama saya hafal pas dalam perjalanan mengajar privat. Kebetulan rumah muridnya pada jauh. Bisa 1.5-2 jam perjalanan.

*****

Setelah lulus, bekerja dan berumah tangga.. agak keteteran. Penyebab utamanya karena kurang kuat semangat dan tidak konsisten.

2012 setelah pindah bagian di tempat kerja, saya akhirnya niatkan untuk melanjutkan menghafal, tapi pas dites.. ternyata saya harus masuk level 1, iqro 4. Ada perasaan marah. Apalagi ada teman yang bacaannya blepotan di kursus bahasa arab, bisa masuk level 2. Tapi gak lama-lama marahnya, saya kemudian menikmati belajar Al quran ini. Malah pernah saya salah baca iqra 2 sebelum kelas dimulai, dan itu yang saya setorkan juga. Dan setelah setoran baru saya sadar. Tapi itu ternyata jalan Allah untuk saya belajar yang terlewat.

Alhamdulillah semua level berjalan lancar, sehingga bisa lanjut naghom dan tahfizh.

*****

Rasulullah selalu menyetorkan bacaannya kepada Jibril, dan khusus bulan Ramadhan, frekuensinya lebih banyak lagi. Ini namanya talaqqi.

*****

Kadang sedih, saat ikut shalat jahr, imam kok bacaannya masih banyak makhorijul huruf belum pas, panjang pendek tertukar, atau hukum yang ditabrak.

Ya mungkin seperti saya juga ketika menghafal saat jadi mahasiswa. Banyak yang kurang pas.

Maka saran saya, untuk para imam (dan terutama para bapak, ibu juga) yuk kita memperbaiki bacaan Quran kita.

Bacaan yang indah itu bagus, tapi lebih utama membaca quran yang benar sesuai kaidah. Mari kita cari guru atau lembaga tahsin tilawah untuk kita belajar dengan bertatap muka.

Pun begitu saat menghafal, perlu kita setorkan kepada yang kompeten. Kadang kalo menghafal sendiri mah kita (baca saya) merasa benar aja. Pan kalo ada yang ngerti mah, bisa dibenerin. Ya gak?

Wallaahu a’lam bishshowab.

Salam,
T-man.

Advertisements

~ by tiarrahman on June 6, 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: