R07: Panggilan Terindah, Tujuan Tertinggi

Wahai para sahabat.

Kita tentu senang dengan panggilan yang baik dan tidak suka dengan panggilan yang buruk. Yang sudah berhajji senang dipanggil Pak Hajji atau Bu Hajjah. Yang sudah lulus kuliah senang dipanggil sesuai dengan bidangnya, Pak Insinyur, Bu Dokter dsb. Kita senang dipanggil senior, tapi tidak senang disebut tua. Padahal kedua kata tersebut bermakna kurang lebih sama. Bahkan jika kita dipanggil bos oleh petugas parker, lembar 5 ribu dengan ringan keluar dari kantong kita.

Tapi tahukah, apa panggilan sayang Allah kepada manusia yang dicintaiNya?

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al Isro: 1)

Bahkan kepada manusia yang melampau batas, tetapi ingin kembali… Allah menerimanya berkata dengan panggilan itu.

Katakanlah, “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS Az-Zumar: 53).

Ya.. panggilan terbaik itu adalah panggilan dari Allah kepada kita: wahai hambu-Ku. Alangkah senangnya, alangkah bahagianya di saat terakhir, kita mendengar ucapan ini..

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr: 27-30).

*****

Lalu apa tujuan tertinggi? Syurga kah? Kekekalan di dalamnya? Itu memang asal kita, dan ke sanalah kita seharusnya menuju. Pada Al Fajr di atas sudah dijelaskan. Dan banyak lagi ayat Quran yang menyebutkan.

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS Al Bayyinah: 8)

Ya.. ridho Allah atas kita, dan kita pun ridho kepada-Nya.

Caranya: Beriman, takut kepada Allah dan mengerjakan amal sholih sesuai yang diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad dipenuhi dengan keikhlasan.

Wallaahu a’alam bishshowab.

Salam,
T-man

Advertisements

~ by tiarrahman on June 6, 2017.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: