R26: Ramadhan’s Butterfly

Tidak bosan-bosan kita memakai perumpamaan ini. Sebelumnya kita adalah ulat. Semuanya digares. Rakus. Orang pun jijik atau takut melihatnya. Dan Ramadhan adalah kepompong tempat ulat itu bermetamorfosa. Membuang kerakusannya, menutup diri dari pengaruh dunia luar.

Ketika saatnya tiba, jika ia sempurna, maka yang keluar adalah kupu-kupu yang indah. Tidak lagi rakus, tidak merusak. Malah ia membantu penyerbukan saat ia meminum madu bunga. Orang-orang pun senang memandangnya, tidak takut atau jijik lagi.

Pertanyaannya, seberapa lama sang kupu-kupu Ramadhan ini bertahan? Sanggupkah kupu-kupu Ramadhan ini istiqomah dalam amalan yang dilakukan selama Ramadhan. Apakah ia akan selalu sholat tepat waktu, akankah ia selalu menghidupkan malamnya dengan qiyamul lail, akankah lidahnya selalu basah dengan Quran, akankah tangannya selalu ringan membantu… sungguh Allah dan RasulNya, mencintai amalan yang sedikit tapi konsisten daripada yang banyak sekaligus tapi kemudian berhenti.

Tadi malam penceramah menukil dan memodif ucapan Abu Bakar r.a. kepada Umar r.a. saat Rasulullah tercinta berpulang ke haribaan Allah SWT, “Jika kalian beribadah karena Ramadhan, maka Ramadhan pasti akan berlalu. Tapi jika kalian beribadah karena Allah, Allah selalu ada.”

Jadi shahabat, bolehlah kita sedih karena bulan penuh berkah ini berlalu, tapi yang paling penting adalah kita tetap semangat mengejar ridho Allah di bulan-bulan selanjutnya. Came on Ramadhan’s Butterfly, ISTIQOMAH is the BEST!

Salam,
T-man

Advertisements

~ by tiarrahman on July 13, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: