R04: Mubadzir

Dulu, ketika aku masih kecil, salah satu kesenangan dalam bulan puasa adalah musim kembang api. Aku suka jualan juga. Yang aku jual biasanya kembang api, petasan banting, janswe, petasan tumbuk dan petasan neon. Aku gak jual petasan cabe rawit, dustar atau petasan yang gede. Gak seneng aja. Suaranya sangat mengganggu.

Saat sepupu tangannya cidera karena petasan yang terlambat dilepas, makin gak suka aja sama si petasan. Seiring berjalannya waktu, dan pemahaman bertambah, membakar petasan adalah perbuatan mubadzir dan juga perbuatan zholim. Karena membuang uang untuk sesuatu yang malah mengganggu orang lain. Membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Orangtua seharusnya selektif dalam memberi uang untuk anak-anaknya. Jika uang yang diberikan ke anaknya, dibelikan petasan, maka orang tua berandil dalam kemubadziran dan kezholiman juga.

Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan mubadzir.

Salam,
T-man

Advertisements

~ by tiarrahman on June 22, 2015.

2 Responses to “R04: Mubadzir”

  1. Ya petasan, mercon dan apalagi lain sejenis sangat mengganggu kekhusyukan hati orang berpuasa ini bang. Smg para orang tua bisa mengontrol anaknya masing-masing.

    Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: