Senam Pernafasan

Cerita tentang kuliah Naghom ya..

 

Setelah kuliah pembuka (16 feb), lalu kuliah perkenalan (23 feb), baru ahad kemarin (2 mar) kita benar-benar belajar. Pertama sejarah mengenai Qira’at Sab’ah, dan penjelasan dari “bacalah apa yang mudah dari Al-quran”. Tafsir ayat ini adalah, dari tujuh riwayat cara baca Al-qu’an, pilihlah yang paling mudah diikuti oleh kita. (Sementara kita seringnya menafsirkan ayat ini adalah membaca ayat-ayat pendek dalam sholat ;)). Eh sudah tahu kan? Sebagian besar muslim Indonesia mengikuti pola bacaan Riwayat Imam Hafsh dari Ashim. Pun begitu, sebetulnya masih kekhususan yang dari riwayat Imam Hafsh dari yang sudah kita kita ketahui.. semisal isymam, tashil baina baina, imalah dll.

 

Sebelum lanjut belajar irama baca, kami diajari senam pernafasan. Iya. Sering aku heran itu qori semisal Imam Husary atau Imam Abdul Basith, kok nafasnya panjang-panjang. Bisa 3 baris quran dibaca tanpa waqof. Ustadz kami bahkan cerita, Muammar yang dijuluki nafas unta di musabaqoh internasional, bisa memanjat dan turun pohon kelapa tanpa mengambil nafas. wew. Hebatnya…

 

Baru deh setelahnya, kami diajari baca Al-fatihah dengan lagu. Betul lho. Dengan senam pernafasan ini, nafas kita bisa lebih kuat.

 

*****

 

Senam pernafasan ini sebetulnya sederhana sekali. Intinya mengambil nafas lewat hidung, ditahan di perut bukan di dada. Ditahan semaksimal yang kita bisa, lalu saat mengeluarkannya.. hembuskan secara perlahan. Bisa kan? Setelah mencoba dengan cara duduk, dilanjut dengan tiduran.

 

1. Coba bernafas seperti di atas, dengan telentang. Dan kaki lurus. Tahan dan keluarkan perlahan.

2. Kemudian ambil nafas lagi. Tahan. Angkat kaki kanan setinggi 20-30 cm dari lantai. Tahan. Jika sudah tidak kuat, hembuskan nafas sambil turunkan kaki.

3. Ambil nafas lagi. Tahan. Angkat kaki kiri setinggi 20-30 cm dari lantai. Tahan. Jika sudah tidak kuat, hembuskan nafas sambil turunkan kaki.

4. Ambil nafas lagi. Tahan. Angkat kedua kaki setinggi 20-30 cm dari lantai. Tahan. Jika sudah tidak kuat, hembuskan nafas sambil turunkan kaki.

5. Rileks.

6. Ulangi set latihan ini 2-3 kali. Untuk yang kedua dan ketiga, saat mengeluarkan nafas, ucapkan aaaaa… secara perlahan.

 

Biar cuma sederhana seperti di atas, tapi gerah juga. Dan manfaatnya langsung terasa. Bagi yang tidak terbiasa mungkin sedikit kunang-kunang saat bangkit dari posisi telentang.

 

Tadi setelah sholat zhuhur saya coba latihan ini.. wuahhh.. rongga dada terasa lega dan suara juga jadi enak.

 

*****

 

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Advertisements

~ by tiarrahman on March 3, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: