Prompt #32: Namaku Lana

Here I am: Ti-El

Jangan sebut aku Lana, jika si ganteng itu tidak kudapatkan. Sambil mengunyah biskuit, aku menunggunya lewat. Belum jam sepuluh. Pasti belum lewat. Aku ambil kepingan terakhir, dan memasukkannya ke mulutku. Lalu kuhirup aroma teh melati sebelum meminumnya.

Nah itu dia. Aku melihatnya melalui dari jendela biru. Kurapikan rambutku, melambaikan tangan ke arahnya.

“Mas David…! Berangkat kerja Mas?” seruku.

Mas David tersenyum ke arahku, sambil mengangguk. Dia tetap meneruskan perjalanannya. Lumayan lah, pagi-pagi sarapan biskuit sama senyum Mas David. Aku mereka-reka rencana, selanjutnya aku harus bisa ngobrol sama dia.

Brak! Suara itu menyerap sirna lamunanku. Hei.. dia sudah bangun dan menjatuhkan mainan kayunya. Aku coba tak menghiraukannya. Lihat saja, apa maunya si bocah ini. Paling dia akan langsung bermain dengan mainan kayu itu atau mobil-mobilannya. Tapi kali ini aku salah. Bayi lelaki itu merangkak mendekatiku. Dia berhenti di beberapa langkah dari tempatku berdiri. Pandangan kami beradu. Kurasakan kedua matanya seperti sebilah…

View original post 92 more words

Advertisements

~ by tiarrahman on December 11, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: